Category Archives: Obyek Wisata Dieng

Melihat Keindahan Telaga Menjer

Melihat Keindahan Telaga Menjer

Sebelum mengunjungi destinasi wisata dieng kita dapat melihat sebuah telaga terluas yang letaknya di kota Desa Maron, Kecamatan Garung Wonosobo yaitu Telaga Menjer, terletak hanya 10 kilometer atau sekitar 15 menit bisa anda tempuh dengan mobil dan akses wisata ke telaga ini cukup mudah karena jalannya sudah beraspal semua. Ketika anda tiba di area parkir maka akan terlihat cekungan yang terisi air yang luas permukaan begitu luas sehingga anda membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk menjelajahi keliling Telaga Menjer ini. Tapi dibalik keindahan telaga yang terluas di kota Wonosobo ini pada zaman penjajahan Belanda telaga ini dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) hingga sekarang

Lokasi Telaga Menjer

Lokasi telaga ini terletak sekitar 10 kilometer dari pusat kota yaitu searah jalan ke dieng hanya saja ketika anda tiba di Pasar Garung (sekitar 7 km) anda harus belok ke kiri dimana terdapat papan petunjuk arah Telaga Menjer. Baru setelah itu anda akan menemukan area parkir dan tulisan obyek wisata Telaga Menjer dimana dari Pasar Garung itu anda hanya membutuhkan waktu 5 menit saja.

Foto Telaga Menjer

Foto Telaga Menjer

Bermain air, naik perahu hingga memancing asyik sekali

Banyak sekali aktivitas yang bisa anda lakukan di obyek wisata Telaga Menjer ini yaitu dari main air ditepi telaga yang jernih atau naik perahu wisata Telaga Menjer yang sangat asyik dilakukan bersama dengan rombongan wisata anda. Tak usah khawatir karena anda hanya perlu membayar Rp 15.000 saja anda sudah bisa berkeliling menggunakan perahu wisata di telaga menjer dengan durasi 45 menit. Sungguh asyik bukan ? Jika anda tidak berani naik perahu wisata maka anda bisa melakukan aktivitas menarik lainnya seperti memancing di sekitar telaga menggunakan alat pancing yang biasanya digunakan oleh penduduk sekitar. Jika anda beruntung maka anda akan mendapatkan ikan nila raksasa yang beratnya mencapai hingga 20kg, jadi jangan lewatkan aktivitas menarik yang bisa anda lakukan saat mengunjungi obyek wisata Telaga Menjer.

Harga tiket masuk telaga

Untuk mengunjungi obyek wisata tentu anda harus membayar restribusi daerah yang digunakan perawatan obyek wisata tersebut, untuk masuk kedalam Telaga Menjer anda hanya merogoh kantong anda Rp 3000,- saja. Harga ini tidak sebanding dengan keindahan yang bisa anda dapatkan ketika sudah berada diarea wisata Telaga Menjer.

Harga Tiket Obyek Wisata Dieng Update 2018-2019

Harga Tiket Obyek Wisata Dieng Update 2018-2019

Berikut kami susun informasi tentang harga tiket obyek wisata dieng yang akan membantu anda dalam berwisata ke dieng.

Harga Tiket

Obyek Wisata

Harga

Keterangan

Kawasan Candi ArjunaRp. 15.000Satu tiket dengan kawah sikidang artinya anda hanya cukup membeli satu tiket di salah satu obyek wisata dan selanjutnya anda cukup menunjukkan tiket untuk dilakukan pengecekan oleh petugas loket.
Kawah Sikidang
Dieng Plateau Theater (Kawasan Dieng)Rp. 10.000Tiket ini hanya untuk 3 lokasi obyek wisata yaitu Dieng Plateau Theater (film), Tuk Bimo Lukar dan Gardu Pandang Tieng
Telaga Warna dan Telaga PengilonRp 5.000
Rp 7.500 (Weekend/Hari Libur)
Harga tersebut belum termasuk asuransi yang harus anda bayar senilai Rp 1.000 per tiket pada hari biasa maupun weekend
Batu Ratapan AnginRp 10.000
Telaga MenjerRp 5.000
Wisata Alam Lembah SerojaRp 5.000
Bukit SikunirRp 10.000
Wana Wisata Petak 9 – SidengkengRp 5.000
Sumur JalatundaRp 5.000
Kawah SileriRp 5.000
d’QianoRp 20.000
Rp 25.000 (Weekend)
Telaga MerdadaRp 5.000
Bukit ScooterRp 5.000
Padang SavanaRp 7.500
Telaga DringoRp 5.000
Kawah CandradimukaRp 5.000
Rest Area KaliangetRp 5.000

*harga per maret 2018 dan bukan termasuk harga tiket untuk wisatawan mancanegara

Keindahan Sudut Lain Dieng & Tips liburan asik ke Dieng

Dieng merupakan dataran tinggi  yang memiliki kekayaan luar biasa begitu banyak sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan bijaksana sehingga menghasilkan hasil alam yang begitu melimpah dan menjadi kesejahteraan masyarakat sekitar dieng, tidak hanya kekayaan alamnya saja akan tetapi anda bisa menemukan banyak sekali keindahan alam yang begitu menakjubkan salah satunya adalah di puncak Batu Ratapan Angin dieng, puncak yang terdiri dari bebatuan ini tidaklah menjadikan keindahannya hilang karena dibalik itu semua ada sudut lain diatas puncak batu yang menyimpan pemandangan begitu indah untuk disaksikan yaitu keindahan sudut lain untuk melihat Telaga Warna dan Telaga Pengilon.

Begitu indah obyek wisata Batu Ratapan Angin sehingga sebagian besar wisatawan menjadikan obyek ini sebagai obyek favorit saat berkunjung ke dieng, jadi tak heran jika akhir pekan akan banyak sekali wisatawan datang ke batu ratapan angin terutama wisatawan muda karena memang keindahan tempatnya sungguh indah saat siang hari sorot sinar matahari seakan memberi sapa untuk air telaga yang mempunyai warna indah seperti pelangi yaitu di telaga warna. Air telaga yang mempunyai kandungan sulfur atau belerang ini menciptakan keindahan di area wisata dieng sehingga tak heran kawasan dieng terkenal dengan telaga warna tapi seiring berjalannya waktu keindahan bisa anda saksikan di sudut lain yaitu di Batu Ratapan Angin atau masyarakat sekitar menyebutnya dengan batu pandang. Batu Ratapan Angin ini merupakan obyek wisata yang bisa anda kunjungi bersama dengan kekasih, istri, keluarga atau sahabat anda, area wisata yang merupakan dominan dengan bebatuan besar sisa letusan gunung dieng purba ini menjadikan obyek wisata ini menarik untuk dikunjungi selain view yang begitu indah.

Apa yang bisa anda lakukan di Batu Ratapan Angin ?

Keindahan telaga warna dan telaga pengilon bisa anda saksikan  dari sudut berbeda dengan ketinggian lebih dari 2.000 mdpl diatas puncak batu, hembusan angin bisa dirasakan saat anda berdiri di puncak batu apalagi banyak spot foto seperti ayunan dan berbagai taman seperti taman bunga cala lily yang memang ada di area wisata Batu Ratapan Angin. Tunggu dulu bagi anda yang suka menguji adrenalin anda juga banyak wahana dari flying fox hingga yang tersohor di dieng yaitu Jembatan Merah Putih, ya jembatan yang berada di ketinggian ini merupakan wahana andalan dimana anda akan di uji menyeberangi jembatan diatas ketinggian 2.000 mdpl ini dengan landscape pemandangan dua buah telaga. Jadi jangan lupa untuk mencoba menyeberangi jembatan merah putih di dieng ini karena anda akan mendapatkan sensasi yang berbeda dari yang lainnya dan tentu juga mendapatkan foto indah karena hanya yang mempunyai adrenalin lebih yang bisa berfoto di jembatan fenomenal ini.

Kapan waktu terbaik ?

Jika anda berkunjung ke obyek wisata pasti yang dicari adalah tentang keindahan obyek wisata apalagi wisata alam di dieng menyajikan pemandangan yang tidak ada duanya, tapi memang tidak selamanya cuaca bersahabat karena kabut menyelimuti atau bahkan cuaca hujan serta berkabut jadi waktu terbaik untuk berkunjung ke dieng dan salah satunya obyek wisata batu ratapan angin ini adalah di musim panas. Saat musim panas cuaca cenderung lebih bersahabat dari pada musim penghujan karena kabut hampir tidak ada, selain musim kemarau kami juga merekomendasikan anda untuk berkunjung pada menjelang siang hari, terik sinar matahari yang muncul seakan memberikan pemandangan yang begitu indah dilewatkan oleh sepasang bola mata.

Tips lain

Tips lain saat anda berwisata adalah tentang pakaian, apalagi liburan ke dieng yang memiliki tempat – tempat indah dan instagramable jadi jika anda pria pakaian dan celana yang cerah akan menarik untuk di pakai begitu pula dengan wanita memilih warna kuning atau merah muda menjadi pilihan terbaik saat berkunjung ke dieng, selain itu jaket juga jangan dilupakan karena suhu yang dingin akan menghampiri anda ketika anda tiba di dieng. Jaket dengan warna sedikit gelap cocok untuk mengimbangi warna pakaian yang begitu cerah, urusan sepatu kami sarankan sepatu olahraga menjadi pilihan terbaik karena medan yang bervariasi dari medan datar hingga medan menanjak akan menjadi teman anda saat liburan.

Berwisata dan Belajar Sejarah di Dieng Plateau Theater

Berwisata memang bukan sekedar melihat keindahan alam atau bersenang – senang saja, bagi anda khususnya yang sudah memiliki buah hati tentu saat berwisata juga menyisipkan tentang edukasi sangatlah penting. Karena itu selain obyek wisata dieng anda bisa berkunjung di Dieng Plateau Theater, sebuah gedung yang berkapasitas kursi hingga 100 orang ini digunakan untuk pemutaran film dokumenter tentang berbagai peristiwa masa lampau di dieng, penjelasan geografis hingga masih banyak lagi tentang informasi dieng.

Apa yang disaksikan ?

Gunung dieng purba merupakan gunung yang aktif jutaan tahun yang lalu dan letusannya menciptakan sebuah cekungan atau dataran yang luas diketinggian sehingga dihuni oleh manusia sampai sekarang. Karena letusannya yang maha dahsyat menghancurkan gunung dieng purba itu sendiri dan sekarang yang tersisa adalah beberapa pegunungan seperti gunung prau dieng, gunung pangonan, gunung sipandu, gunung gajah mungkur dan masih banyak lainnya.

Itulah sekilas awal tentang cerita awal mula terjadinya dataran tinggi dieng (dieng plateau) yang akan anda saksikan di film dokumenter yang berdurasi 23 menit, selain informasi diatas masih banyak lagi yang akan anda dapatkan dari kondisi ekonomi masyarakat hingga fenomena unik rambut gembel dieng yaitu rambut yang tumbuh hanya pada anak – anak dieng secara alami.

Lokasi Dieng Plateau Theater ?

Lokasi yang cukup dekat dari pertigaan dieng ke arah obyek wisata telaga warna dan telaga pengilon ini bisa anda tempuh dengan hanya 5 menit saja menggunakan kendaraan pribadi, gedung yang mempunyai gaya klasik khas sentuhan arsitek pada masanya membuat obyek wisata ini terlihat lebih mengesankan. Jika anda bingung tentang letak gedung theater ini anda bisa juga mencari letak obyek wisata batu ratapan angin karena dekat dengan gedung dieng plateau theater ini.
Aktivitas selain menyaksikan film

Selain menyaksikan film dokumenter selama 23 menit di dieng plateau theater anda juga bisa melakukan aktifitas yang menarik sekaligus menantang bagi anda yang suka tantangan atau bahkan anda ingin menguji adrenalin di ketinggian lebih dari 2.000 mdpl ini dengan wahana flying fox. Tak usah ragu karena anda akan mendapatkan helm dan tali pengaman sehingga anda akan lebih aman meluncur melewati kebun kentang yang sangat indah. Jika anda suka berfoto anda bisa mencoba menaiki sepeda gantung dengan background apik yaitu hamparan pohon cemara di lereng gunung pangonan, ada dua sepeda gantung yang siap menjadi obyek foto anda terutama bagi anda yang membawa keluarga.

Harga tiket masuk

Untuk harga tiket masuk tidak terlalu mahal, anda hanya perlu membeli tiket kawasan sebelum memasuki kawasan dieng di desa garung dengan harga tiket untuk satu orang adalah Rp. 10.000,- dan anda sudah mendapatkan 1 tiket yang sudah termasuk Gardu Pandang Tieng, Tuk Bimo Lukar, dan Dieng Plateau Theater. Jika anda sudah membelinya dari bawah maka anda cukup menunjukan saat di loket gedung dieng theater, karena tiketnya akan disobek sebagai tanda masuk wisata.

Bukit Sikunir & Alternatif Sunrise di Dieng

Dahulu kala ada seorang petani yang berladang disuatu bukit sampai tengah malam karena petani tersebut kelelahan maka  memutuskan untuk menginap dan bermalam di bukit tersebut. Ketika menjelang pagi terbangunlah petani tersebut dan melihat semburat cahaya berwarna merah menyala dilangit dari ufuk timur.Karena terkagum dengan pemandangan yang begitu indah dengan gugusan awan yang rapi seakan berada diatas awan maka petani tersebut mengurungkan niatnya untuk pulang saat matahari terbit dan memilih menyeduh kopi panas dipuncak bukit dengan menyaksikan keindahan matahari terbit yang warna cahayanya merah menyala.

Ketika siang hari petani tersebut pulang dan menceritakan kejadian tersebut ke warga yang lain hingga akhirnya pada esok pagi saat matahari terbit warga desa di bawah bukit yaitu desa sembungan berbondong – bondong naik ke atas bukit untuk menyaksikan keindahan matahari terbit. Karena warna yang merah menyala saat matahari terbit maka warga sekitar menyebut bukit tersebut dengan nama Bukit Sikunir atau Kunyit, iya warna yang ada di dalam kunyit merah menyala seperti keindahan warna saat matahari terbit ketika dilihat dari Bukit Sikunir.

Tibalah sampai sekarang terdengar sampai ditelinga wisatawan tidak hanya wisatawan lokal saja akan tetapi wisatawan mancanegara sudah banyak yang berkunjung ke bukit yang berada diketinggian 2.370mdpl sejak tahun 90an, medan yang tidak begitu berat menjadikan Bukit Sikunir digemari oleh wisatawan untuk menyaksikan matahari terbit dengan berjalan sepanjang 800 meter maka wisatawan sudah bisa tiba diatas puncak yang begitu indah nan mempesona. Rimbunnya pohon dan udara yang sejuk akan menemani anda saat pagi hari dan tak lupa disambut oleh nyanyian burung – burung yang begitu merdu menghiasi telinga anda, akan tetapi bila anda pernah menaklukan Bukit Sikunir jangan segera buru – buru karena masih ada alternatif tempat untuk menyaksikan keindahan matahari terbit di Dieng yang bisa dijadikan refrensi saat berkunjung ke Dieng.

Alternatif Sunrise di Dieng

Gunung Prau Dieng 2.565mdpl

Mempunyai keindahan yang tak kalah dengan Bukit Sikunir, gunung prau dieng menjadi favorit wisatawan untuk menjelajah alam. Dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam anda sudah bisa tiba di puncak gunung prau dengan landscape pemandangan gunung sindoro dan gunung merbabu hingga gunung merapi yang juga terlihat dari bukit sikunir.Perbedaannya adalah anda bisa membuka tenda diatas puncak prau sehingga apabila anda bermalam bisa sangat menyenangkan dan melihat bintang – bintang yang bersinar cerah saat malam hari dari puncak prau dieng.

Bukit Sidengkeng

Berbeda dengan gunung prau dan bukit sikunir, saat berada dibukit sidengkeng anda akan menemukan spot yang berbeda dari yang lainnya. Saat matahari terbit dengan siluetnya yang berwarna merah menyala akan terlihat dari bukit yang berada diketinggian 2.200 mdpl keindahan dua buah telaga yang saling bersebelahan yaitu Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang memiliki air berwarna warni seperti pelangi saat pagi hari.

Bukit Scooter

Sebuah bukit yang bisa dijadikan tempat untuk menyaksikan sunrise sekaligus sunset saat matahari terbenam. Menjadi destinasi yang istimewa karena memang spot yang begitu strategis, terletak di desa Dieng Kulon bukit scooter bisa ditempuh dari area wisata kawasan candi arjuna yang hanya berjarak 400 meter. Tak perlu lama – lama hanya 10 menit dari area parkir anda sudah bisa berada di puncak bukit yang begitu mempesona karena saat matahari terbit akan terhampar jelas pemandangan desa Dieng  dari atas dan apabila anda beruntung maka awan tipis akan menyelimuti seperti benar benar diatas awan dan ada sebuah negeri dibawahnya. (Baca juga: Menutup Hari dari Bukit Scooter Dieng).

Posong

Terletak di desa Tlahap kecamantan kledung wisata alam sunrise posong menjadi alternatif yang membawa warna berbeda karena terletak dilereng Gunung Sindoro ini mempunyai sudut berbeda dan keindahan matahari terbit yang luar biasa yang bisa disaksikan bersama tujuh gunung yang elok seperti gunungsumbing, merapi, andong, ungaran, muria hingga telomoyo. Kondisi tempat wisata yang masih begitu alami karena memang belum diketahui banyak wisatawan yang mengeksplore wisata alam Posong. Jadi boleh anda memilih posong agar liburan anda lebih berwarna dari pada yang lainnya.

Gardu Pandang Tieng

Gardu pandang yang terletak di desa Tieng ini berada diketinggian 1.789mdpl sehingga tempat ini sangat cocok dijadikan alternatif terutama bagi wisatawan yang tidak suka mendaki bukit karena letaknya yang strategis tepat dipinggir jalan yaitu di km 19 sebelum sampai ke Dieng. Selain menyaksikan matahari terbit atau sunrise anda bisa menikmati kopi hitam purwaceng panas yang akan menghangatkan tubuh anda dan tak lupa kentang yang baru saja digoreng akan menambah suasana semakin hangat karena akan menjadi teman ngopi selain anda mengobrol bersama sahabat ketika menyaksikan matahari terbit. (Baca juga: Menyingsing Fajar dari Gardu Pandang Tieng).

Selain alternatif tempat untuk menyaksikan pesona matahari terbit saat berwisata ke Dieng, kami Mega tour dieng juga memiliki beberapa tips untuk anda yang akan menyaksikan matahari terbit atau dikenal dengan sunrise.

Waktu terbaik

Waktu terbaik untuk menyaksikan matahari terbit tentunya adalah pagi hari, akan tetapi apabila anda mengambil waktu yang terbaik adalah saat musim kemarau. Karena ketika musim kemarau kemungkinan matahari bersinar tanpa kabut sangatlah besar sehingga semburat atau siluet yang mendahului Golden Sunrise akan terlihat indah sekali. Jadi siapkan waktu anda agar liburan lebih bahagia disetiap momen saat tiba di setiap obyek wisata.

Posisi sempurna atau tempat terbaik

Tempat baru apalagi tempat yang belum pernah anda kunjungi seperti halnya di bukit pasti akan kesulitan mencari posisi, tempat atau spot terbaik, mungkin jika beruntung tak akan menjadi masalah, akan tetapi kami sangat menyarankan anda bisa menggunakan paket wisata sehingga anda akan didampingi oleh pemandu wisata sehingga liburan anda akan lebih terencana dan bisa menikmati waktu liburan yang lebih berkualitas. Jika anda masih bingung tentang paket wisata anda bisa menghubungi tour planner kami sehingga anda akan menemukan solusi untuk mengatasi masalah anda saat anda bingung.

Tips saat menyaksikan matahari terbit (Sunrise)

  1. Pastikan anda dalam kondisi sehat
  2. Persiapkan minimal jaket dan sepatu olahraga
  3. Membawa air mineral, penutup kepala dan penerangan seperti senter
  4. Apabila cuaca hujan lebat alangkah baiknnya ditunda atau mencari alternatif seperti di Gardu Pandang Tieng
  5. Perlengkapan P3K

Menutup Hari dari Bukit Scooter Dieng

Saat fajar tiba anda tak kan pernah bingung untuk memilih tempat saat pagi hari datang menyapa dengan semua keceriaan yang menyapa bumi tapi bagaimana ketika senja mulai tiba ? Mungkin anda akan bingung karena belum pernah mendengar nama obyek wisata yang kurang begitu populer di Dieng yaitu Bukit Scooter. Di bukit ini akan terlihat betapa indahnya keindahan alam Dieng yang terlihat begitu luas seakan menyapa yang telah sampai di bukit Scooter ini, dengan medan yang ringan untuk di taklukan membuat siapa saja akan terpesona jatuh cinta begitu melihat gunung dan lanskap Dieng Plateau. Jadi jangan pernah lupakan dalam daftar kunjungan anda ketika ke Dieng anda wajib untuk mengunjungi Bukit Scooter ini.

Apa yang di lihat di puncak bukit ?

Menyaksikan keindahan alam pegunungan Dieng akan terasa lengkap jika anda singgah diatas puncak Bukit Scooter yang ada di 2.200mdpl , tentu menyenangkan karena puncak yang dilapisi dengan rerumputan hijau seakan menjadi tikar bagi yang menginjakan kaki untuk pertama kali. Sudah tentu ini berbeda dari puncak bukit yang ada di Dieng lainnya karena ketika anda memutuskan untuk menaklukan Bukit Scooter maka anda akan mendapatkan pemandangan terbaik dari segala sudut dimulai dengan gagahnya Gunung Sindoro, Gunung Sikendil, Gunung Pangonan yang begitu menawan dan Gunung Slamet yang letaknya begitu jauh akan tetapi terasa lebih dekat apabila anda memandang dari bukit scooter. Tak hanya pemandangan gunung yang bergunung – gunung akan tetapi hamparan desa Dieng akan terlihat jelas, seakan berada di sebuah menara.

Atap yang terbuat dari seng dan berwarna hitam akan menjadi pemandangan yang begitu menawan tertata rapi, apalagi ketika pagi menjelang siang ketika awan yang tipis begitu lembut menyelimuti atas Desa Dieng seakan menjadi pemandangan yang luar biasa indahnya karena tidak hanya pedesaan saja akan tetapi kawasan candi Hindu tertua dipulau Jawa masih berdiri gagah begitu pula dengan telaga yang terlihat seperti sebuah kolam ikan seperti dikerajaan nan agung.

Pagi Menjelang Sunrise Tiba

Tak kalah menarik dari Bukit Sikunir anda benar – benar akan merasakan dan melihat matahari terbit dari sisi yang lebih menarik dari ketinggian 2.200mdpl , begitu sinar matahari pagi tiba sorot sinar berwarna merah keemasan akan menyapa penduduk desa Dieng yang sebentar lagi akan melaksanakan aktifitas sehari – hari dimulai dari bercocok tanam dari menanam kentang hingga memanen kentang. Keberuntungan pasti akan menghampiri anda ketika awan diatas desa Dieng terlihat tebal itu menunjukkan bahwa anda sedang berada di Negeri Atas Awan.

Sore Menyapa Sunset Tiba

Apalagi ketika sore menjelang malam tiba, wisatawan akan segera menaiki Bukit Scooter untuk menyaksikan senja yang indah, karena Bukit Scooter merupakan spot terbaik untuk melihat matahari terbenam. Warna merah merona dengan lanskap pegunungan membuat siapa saja akan jatuh cinta di bukit ini, selain itu banyak sekali tempat berfoto dan gazebo untuk istirahat sehingga wisatawan akan lebih nyaman ketika menyaksikan keindahan yang tiada duanya ini. Saat malam tiba sinar bintang – bintang akan menjadi atap diwaktu malam hari sehingga ini seperti menginap di hotel berbintang dengan dinginnya malam Dieng yang mesra. Jadi jangan lupakan momen terbaik di Bukit Scooter ini bersama keluarga, sahabat maupun rekan bisnis untuk mendapatkan kenangan dan ketenangan pikiran.

Informasi tentang akses dan harga tiket ?

Konon pada zaman Belanda di bukit ini terdapat sebuah bangunan pemancar sinyal atau tower, ketika warga sekitar Dieng ingin melihat keindahan matahari tenggelam maka mereka akan menyebut bukit ini dengan sebutan skoter (Seko Tower) atau dari tower hingga sampai saat ini masyarakat menamakan bukit yang berada di ketinggian 2.200mdpl ini dengan nama Bukit Scooter (Skoter). Untuk akses sampai ke tempat wisata ini tidaklah sulit hanya berjarak 400 meter dari Kawasan Candi Arjuna menuju arah ke Candi Dwarawati di desa Dieng Kulon, dengan trek yang ringan hanya 10 menit anda bisa sampai di atas puncak bukit dan harga tiket yang terjangkau hanya dengan Rp.7.500,- anda sudah bisa memasuki tempat wisata yang sudah ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menelusuri Cerita Rakyat di Obyek Wisata Kawah Sikidang

Tak lengkap jika obyek wisata tanpa adanya sebuah cerita yang legenda sehingga secara turun temurun akan terdengar oleh generasi ke generasi yang baru, salah satu legenda yang terkenal di Dieng adalah legenda dari Kawah Sikidang dimana dahulu kala ada seorang Ratu nan cantik jelita yang bernama Ratu Sinta Dewi, karena belum mempunyai pendamping sang ratu ini hidup dalam kesepian karena memang tidak ada pemuda sekitar yang berani untuk melamarnya. Pada suatu hari ada kabar dari tentaranya untuk sang ratu bahwa ia akan dilamar oleh seorang raja yang kaya, gagah perkasa dan sakti.

Mendengar akan hal itu ratu pun sangat gembira dan tak sabar menunggu kedatangan raja yang akan melamar, setelah beberapa waktu menunggu akhirnya diketahuilah sang raja tersebut bernama Raja Kidang Garungan, ketika itu Ratu Sinta Dewi keluar untuk menyapa sang raja akan tetapi betapa terkejutnya karena ternyata Raja Kidang Garungan ini memiliki kepala seperti kepala kidang (Kijang) dan betapa kagetnya sang ratu melihat keadaan yang tidak diharapkan. Karena memang kesaktian dari raja Kidang Garungan maka akhirnya Ratu Sinta Dewi pun membuat siasat agar raja tersebut tidak menikah dengannya, akhirnya Ratu Sinta Dewi memberikan syarat kepada Raja Kidang Garungan apabila ingin menikahinya yaitu dengan membuatkan sumur yang sangat dalam. Akhirnya singkat cerita raja menyanggupi permintaan ratu dan langsung mulai menggali dalam dalam sumurnya, setelah beberapa waktu raja pun berteriak daru dalam sumur dengan menanyakan kepada sang ratu “apakah sudah dalam sumurnya ?” dan sang ratu pun menjawabnya dengan kata “belum” hingga akhirnya karena sudah sangat dalam akhirnya ratu dan bala tentaranya menimbun Raja Kidang Garungan tersebut, merasa tertimbun Raja Kidang Garungan berusaha untuk keluar dari dalam timbunan tanah tapi apa daya raja tetap tidak bisa keluar walaupun sudah mengeluarkan jurus – jurus kesaktiannya yang membuat tanah disekitar meledak dengan dahsyat dan akhirnya menjadi kawah yang meletup –letup dengan suhu mencapai 100 derajat celcius. Itulah sepenggal kisah yang melegenda hingga sekarang. Apabila kamu masih merasa kurang dengan informasi tentang obyek wisata Kawah Sikidang jangan segera panik karena saya sudah susun tentang informasi obyek wisata yang sering dikunjungi wisatawan ini.

INFORMASI TENTANG OBYEK WISATA KAWAH SIKIDANG DIENG

Apa itu kawah ?

Kawah adalah lubang besar berupa cekungan yang tercipta akibat letusan gunung berapi atau aktifitas vulkanis.

Kenapa Kawah Sikidang ?

Kawah Sikidang adalah kawah yang mempunyai karakter seperti hewan kidang (Kijang), karakter ini terbukti pada kawah kecil yang berada di area Kawah Sikidang yang suka berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya dalam beberapa minggu saja. Karena keunikan ini maka kawah ini dinamakan Kawah Sikidang.

Deskripsi Kawah Sikidang

Kawah yang terletak di desa Dieng Kulon ini merupakan kawah yang dijadikan obyek wisata oleh pemerintah daerah karena memang aktifitasnya yang stabil dan berbeda dengan kawah – kawah lain di Dieng, ketika kamu sampai di area parkir maka kamu bisa memasuki lorong yang penuh orang yang berdagang ini merupakan pintu masuk menuju area Kawah Sikidang. Ketika kamu sampai di area kawah maka akan kelihatan hamparan bebatuan putih dan bau belerang di sekitar kawa walaupun tidak berbahaya kamu bisa menggunakan masker agar bau belerangnya bisa berkurang. Tidak jauh sekitar 200 meter kamu bisa melihat kawah utama yang mengeluarkan asap begitu tebal sehingga banyak wisatawan yang penasaran untuk mendekat melihat aktifitas dari kawah utama yang meletup – letup dan mempunyai suhu hingga 100 derajat celcius.

Aktifitas menarik di Kawah Sikidang

Pernah mencoba flying fox ? Kamu harus mencobanya karena aktifikas ini sangat mengasikan dan kamu bisa meluncur dari ketinggian dengan pemandangan area wisata Kawah Sikidang. Selain itu bagi kamu yang gemar berfoto bisa berpose ala putri atau pangeran di stand foto yang telah disediakan oleh warga masyarakat seperti berfoto dengan burung hantu, dengan tulisan – tulisan Dieng serta berfoto dengan patung gorila yang begitu kelihatan menyeramkan.

Menikmati kuliner khas kawah

Tidak hanya di kota Wonosobo saja akan tetapi di obyek wisata Kawah Sikidang anda bisa berbelanja kentang segar dengan berbagai jenis dari kentang merah hingga kentang ungu yang baik untuk kesehatan anda terutama menurunkan tekanan darah, selain itu ada wortel segar yang berwarna merah orange yang membuat ibu rumah tangga selalu tergoda agar bisa segera untuk memasak. Selain itu ada kuliner khas di kawah yang dijual didekat area wisata yaitu sagon yang dimasak dengan panas dari dua sisi yaitu atas dan bawah, memang unik karena kuliner ini hanya bisa didapat di Wonosobo saja dan di obyek wisata kawah dengan berbagai varian rasa yaitu rasa meses, rasa  coklat maupun original yang begitu menggoyang lidah.

Yang menjadikannya unik dan berbeda adalah anda bisa menikmati kuliner khas Kawah Sikidang yaitu telur rebus di masak dari mendidihnya air Kawah Sikidang, bagi kamu penikmat kuliner pasti tak akan melewatinya kuliner yang begitu khas karena telur yang dimasak langsung dari panas bumi ini memiliki rasa yang begitu berbeda dari telur rebus yang dimasak dirumah menggunakan kompor.

Itulah sedikit ulasan mengenai obyek wisata kawah yang ada di Dieng yang semoga bisa bermanfaat untuk kamu yang akan berkunjung ke Negeri Atas Awan jangan lupa untuk mengunjungi obyek wisata Kawah Sikidang sehingga liburan anda lebih berkesan, apabila anda bingung tentang akses dan informasi obyek wisata Dieng anda bisa berkonsultasi dengan tour planner kami sehingga perjalanan wisata anda lebih menyenangkan dan lebih nyaman serta aman selama berlibur.

Menyingsing Fajar dari Gardu Pandang Tieng

Dieng dan Tieng merupakan desa yang berbeda, Desa Tieng yang terletak di kilometer 19 sebelum sampai di obyek wisata Dieng maka anda akan melihat gardu pandang di sebelah kanan jalan dari kota Wonosobo itu adalah Gardu Pandang Tieng salah satu obyek wisata yang digunakan wisatawan untuk sekedar transit melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan ke Dieng. Dari gardu pandang ini anda bisa melihat pemandangan yang begitu indah saat fajar mulai menyingsing menyapa setiap mahluk di bumi. Keindahan matahari terbit dari Gardu Pandang Tieng ini tak perlu diragukan lagi karena gardu ini sudah menghadap ke arah timur dan ketika matahari menampakan diri akan terlihat indahnya pemandangan sekitar dimulai dari pemandangan gagahnya Gunung Sindoro yang mempunyai ketinggian sekitar  3.100 mdpl, kemudian lautan awan akan terlihat didepan mata anda seperti kapas seolah olah bisa untuk berbaring.

Mungkin ini hanya sedikit gambaran tentang obyek wisata Gardu Pandang Tieng dan untuk detailnya bisa anda baca di bawah ini :

Apa yang bisa dilakukan di Gardu Pandang Tieng ?

Melihat indahnya Golden dan Silver Sunrise Gardu Pandang Tieng

Ketika fajar menyingsing menyapa bumi dengan kehangatan sinarnya akan membuat setiap mata manusia terlena dengan keindahan yang bisa disaksikan dari ketinggian 1.789 meter diatas permukaan laut yaitu di Gardu Pandang Tieng. Diketinggian yang lebih dari 1.500 mdpl tentu anda akan merasakan suasana yang suhu udaranya lebih rendah  sehingga dingin akan lebih terasa walaupun belum menusuk tulang, pada saat anda menyaksikan matahari terbit anda harus tiba di obyek wisata gardu pada pukul 05:00 WIB pagi karena anda bisa menyaksikan matahari terbit seperti bola api yang berwarna merah menyala pada 05:29 WIB. Perlahan siluet mentari akan menyapa terlebih dahulu dengan warna merah muda atau orange dan disusul dengan Golden Sunrise yang berwarna merah keemasan dengan matahari bulat sehingga anda bisa mengabadikan momen tersebut tanpa harus mendaki bukit karena memang tempatnya hanya berupa bangunan gardu yang memudahkan siapa saja termasuk orang tua sehingga tempat ini disebut paling ramah oleh wisatawan karena dengan singgah di Gardu Pandang Tieng 1.789 mdpl ini anda sudah bisa menyaksikan matahari terbit tanpa perlu mengeluarkan tenaga ekstra.

Memang tak selamanya matahari memberi warna merah menyala, ada saatnya fajar menyingsing dengan keindahan lain yaitu menampakkan diri dengan Silver Sunrise Gardu Pandang. Mungkin anda jarang mendengar silver sunrise akan tetapi justru inilah cara alam menyampaikan keindahan yang berbeda di setiap waktu. Silver sunrise akan muncul apabila cuaca sedang tidak mendukung, kabut tipis yang menghalangi matahari terbit akan menciptakan keindahan yang berbeda yaitu warna perak akan dominan sehingga keindahan ini terasa berbeda saat matahari terbit yang didampingi oleh lautan awan yang berasa diatas Desa Kejajar, Desa Surenggedhe, dan Desa Tieng. Ketika siang lautan awan akan hilang dan jangan heran karena dari tempat yang sama view yang sama anda akan disambut oleh gunung yang berdiri kokoh setiap harinya yaitu Gunung Sindoro dan pegunungan sekitar seperti gunung stlerep dan gunung prau yang juga bisa anda lihat dari Gardu Pandang Tieng. Indah bukan ? Jika anda bisa menyaksikan itu semua dalam tempat sederhana tapi bisa membuat makna disetiap perjalanan wisata Dieng.

Menikmati Kuliner Khas Saat Fajar Tiba

Siapa yang tak mengenal minuman dan makanan khas setiap daerah wisata, karena disetiap perjalanan wisata selalu ada agenda menuju tempat pusat oleh – oleh dan wisata kuliner khas daerah wisata tertentu. Salah satu minuman khas dari Negeri Atas Awan adalah minuman dari tanaman Purwaceng, ya tanaman yang hanya bisa hidup diketinggian lebih dari 2.000 mdpl ini memang mempunyai khasiat yang khas juga. Selain menghangatkan badan minuman Purwaceng ini juga akan menambah stamina pria maupun wanita, dengan mengkonsumsi minuman ini secara rutin selama beberapa minggu anda akan mendapatkan perubahan yang signifikan pada tubuh anda terutama dalam hal stamina anda. Karena minuman ini diracik oleh putra  keturunan Dieng asli jadi kualitasnya akan lebih terjamin dan aman untuk dikonsumsi, pengolahan yang cukup rumit dari penanaman, penjemuran sampai meracik akar sehingga layak dikonsumsi sesuai dengan standar yang ditentukan oleh BPOM setempat. Puwaceng sendiri merupakan tumbuhan merambat yang daunnya mirip dengan daun stroberi akan tetapi mempunyai ciri khas bentuk yang lebih kecil dan banyak daunnya. Varian dari minuman Purwaceng ini pun banyak sekali dari rasa kopi, rasa susu, rasa teh hingga rasa kopi susu. Selain itu minuman Purwaceng yang original aman untuk dicampur dengan minuman lainnya, jika anda penasaran anda bisa mencobanya ketika ana menyaksikan matahari terbit di Gardu Pandang Tieng. Banyak sekali penjual yang menjual minuman khas Dieng untuk anda coba pada pagi hari dengan segelas minuman Purwaceng dan jagung bakar akan menambah keharmonisan anda ketika berlibur menyaksikan Golden ataupun Silver Sunrise di Gardu Pandang Tieng 1.789 mdpl.

Menyapa Ramahnya Penduduk Desa

Ketika fajar telah usai dan beranjak siang janganlah buru – buru untuk meninggalkan obyek wisata satu ini karena ketika pagi menjelang siang tiba, penduduk sekitar akan beranjak dari rumah menuju ladang mereka untuk bercocok tanam. Gardu yang dekat dengan kebun warga juga menjadi nilai tersendiri karena anda akan melihat aktifitas petani ini dari perjalanan menuju ladang dengan cangkul, baju hangat dan capingnya serta tak lupa bekal untuk mengisi tenaga mereka pada siang hari setelah lelah menanam maupun memanen hasil bumi mereka seperti hasil panen tanaman kentang, hasil panen wortel, hasil panen kubis dan masih banyak lainnya. Tak heran ketika menuju ladang mereka akan menyapa wisatawan karena ini simbol keramahan Dieng pada setiap tamu wisatawan yang hadir untuk menjelajahi dan menyaksikan keindahan alam Dieng.

Itulah sepenggal cerita tentang keindahan menyingsing fajar dari obyek wisata Gardu Pandang tieng 1.789 mdpl yang terletak di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Jika anda tertarik dengan keindahan matahari terbit dari sudut pandang gardu ini anda bisa langsung mengunjunginya saat liburan ke Dieng.

Obyek Wisata Telaga Warna Dieng, Telaga Pengilon dan Goa Alam

Pernah ke Dieng tapi belum pernah mengunjungi Telaga Warna, itu sama saja kamu belum pernah ke Dieng karena kata wisatawan tak lengkap namanya jika berkunjung ke Dieng tapi tidak mengunjungi obyek wisata Telaga Warna. Salah satu wisata andalan Dieng adalah Telaga Warna, telaga yang terletak di Dieng Wetan ini dikelolah oleh Kabupaten Wonosobo sehingga tempatnya lebih tertata rapi. Tidak jauh dari pertigaan Dieng anda hanya perlu memilih belok kiri dan sekitar 400 meter anda sudah sampai di obyek wisata Telaga Warna yang menjadi icon kota Wonosobo. Selain melihat keindahan telaga yang berwarna – warni ini anda juga bisa berkeliling untuk melihat Telaga Pengilon dan goa alam yang masih satu lokasi dengan Telaga Warna.

Baca Juga: Sepi Wisatawan Justru 4 Obyek Wisata Dieng ini Sangat Mengagumkan.

Telaga Warna

Ketika kamu tiba dipintu masuk obyek wisata Telaga Warna jangan heran dan terpana karena kamu akan melihat pesona keindahan telaga yang berwarna warni, warna hijau yang dominan seakan menambah suasana disekitar menjadi lebih alami apalagi sepanjang jalan ditepi telaga ini suasana teduh terpayungi oleh pohon cemara membuat kamu semakin nyaman dan damai. Warna dari air Telaga Warna sendiri muncul karena air telaga mengandung belerang atau sulfur, karena kandungan belerangnya itu membuat sebuah irama melodi yang begitu berwarna dari warna hijau, merah, ungu dan kuning menjadi perpaduan yang sangat indah untuk di pandang mata. Karena kadungan belerang yang ada di Telaga Warna ini membuat telaga tidak dihuni oleh hewan seperti ikan dan lainnya. Apakah kamu yakin ketika berkunjung ke Dieng akan melewatkan destinasi yang paling digemari oleh wisatawan.

Telaga Pengilon

Berbeda dengan Telaga Warna, Telaga Pengion ini merupakan telaga dengan air yang tawar dan tidak mengandung belerang sehingga air tertap segar dan jernih seperti cermin yang menyilaukan mata saat terkena sorot sinar matahari. Pengilon diambil dari kata bahasa Jawa yang berarti berkaca, ya karena jernihnya air membuat Telaga Pengilon menjadi familiar karena memang letaknya tidak jauh dari Telaga Warna dan hanya berbatas rerumputan saja akan tetapi airnya memiliki karakter yang berbeda pula. Keunikannya tidak hanya itu saja akan tetapi di Telaga Pengilon ini banyak sekali ikan yang hidup sehingga banyak warga sekitar yang memancing ikan disaat sore hari. Telaga Pengilon ini menggambarkan tentang hati manusia karena apabila ada orang yang berkaca diatas permukaan air Telaga Pengilon dan melihat bayangannya secara utuh dan jernih sekali maka ini menggambarkan hati yang bersih pula dan sebaliknya apabila ada orang mencoba berkaca akan tetapi tidak melihat dengan jelas bayangan dirinya ini menggambarkan bahwa hatinya masih harus diperbaiki.

Goa Alam

Setelah berkeliling melihat keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang membuat kamu terpesona kini saatnya kamu menelisik lebih dalam tentang goa – goa yang masih alami, ada beberapa obyek wisata goa yang bisa kamu lihat dari pintu goa ataupun masuk kedalam goa. Untuk detailnya sudah kita susun tentang goa alam Dieng.

Nama GoaInformasi Goa
Batu TulisBatu Tulis merupakan batu prasasti yang sudah ada sebelum Telaga Warna terbentuk, Batu Tulis memberi arti bahwa seorang manusia yang hidup di dunia harus mempunyai pedoman hidup atau kitab untuk belajar tentang agama dan kehidupan sehingga manusia tidak tersesat dalam mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini.
Goa SemarSemar merupakan tokoh punakawan atau abdi paling utama dalam pewayangan, dikisahkan pula bahwa semar yang merupakan rakyat jelata sebenarnya adalah penjelmaan dari dewa. Goa Semar memiliki makna Ngguguo Maring Sing Samar yaitu Tuhan Yang Maha Esadan tepat didepan Goa Semar terdapat nama Eyang Sabdo Jati yang bermakna kesempurnaan sejati hanya bisa didapatkan apabila kita bisa mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.
Goa SumurGoa yang memiliki sumber mata air ini selain digunakan untuk tempat bersemedi juga air dari sumur yang ada didalam goa masih diambil airnya untuk digunakan untuk berdoa oleh umat Hindu dari Bali. Apabila anda masuk kedalam goa anda bisa melihat tempat yang bisa untuk duduk hingga 6 orang, tepat didepan Goa Sumur terdapat patung nan cantik yang bernama Eyang Kumala Sari sebagai simbol pendamping hidup yang cantik bagai batu permata yang indah tiada duanya dan utama yang penuh cinta serta kasih sayang. Akan tetapipatuh terhadap orang tua dan bisa menuntun kehidupan kejalan yang baik dan benar di dunia maupun akhirat.
Goa JaranKonon dahulu ada seekor kuda betina yang kedinginan karena di sekitar telaga sedang hujan lebat, karena dinginnya udara maka kuda betina itu masuk kedalam goa untuk berteduh dan menghangatkan tubuh namun pada keesokan harinya ketika kuda betina tersebut keluar alangkah kagetnya karena kuda betina itu sudah berbadan dua. Itulah salah satu cerita yang berkembang di masyarakat. Goa Jaran sendiri diambil dari kata Jaran yang berarti Kuda, goa ini memiliki arti yang begitu dalam yaitu Ojo Ngujo Sak Paran – Paran atau dalam bahasa Indonesia artinya adalah manusia harus bisa mengendalikan nafsunya yang ada dalam diri mereka. Apabila anda melihat Goa Jaran ini anda akan bertemu dengan patung yang berada di pintu goa yaitu Resi Kendali Seto. Patung ini memiliki arti bahwa manusia yang bisa mengendalikan hawa nafsunya pasti akan berjalan di jalan yang putih

Sepi Wisatawan Justru 4 Obyek Wisata Dieng ini Sangat Mengagumkan

Apabila kamu memilki rencana untuk berlibur ke Dieng yang menjadi salah satu ikon pariwisata Jawa Tengah jangan dilupakan untuk mengunjungi 4 obyek wisata yang begitu mangagumkan yaitu Padang Savana Bukit Pangonan, Wana Wisata Petak 9, Telaga Merdada dan Telaga Dringo. Mungkin empat obyek wisata di Dieng kurang familiar ditelinga kamu akan tetapi tempat yang jarang dijamah oleh wisatawan justru menjadikannya obyek wisata yang begitu terjaga dan alami untuk kamu kunjungi saat tiba di Dieng.

Padang Savana Dieng

Padang Savana Dieng

Kamu belum pernah ke padang savana ? Inilah saatnya kamu mengunjungi hamparan rerumputan yang berada di Bukit Pangonan, dengan berjalan kaki sekitar 40 menit kamu bisa tiba di puncak hamparan rumput yang sangat memesona. Ketika dalam perjalanan mendaki tak kalah indahnya kamu bisa melihat pemandangan Telaga Merdada yang sangat cantik menggoda untuk dikunjungi selanjutnya. Ketika anda sudah berada dipuncak bukit anda akan melihat hamparan tanah yang begitu luas ditumbuhi oleh  rumput, yang menjadikan unik dan enak dipandang mata adalah ketika musim kemarau rumput yang banyak akan berwarna kuning keemasan sehingga cocok untuk tempat bersantai dan bermain ceria karena hamparan yang begitu luas.

Berbeda lagi saat musim hujan, rerumputan berubah dari warna yang tadinya kuning menjadi hijau yang adem dipandang oleh mata. Padang Savana ini sangat digandrungi oleh wisatawan yang suka berpetualang karena angin yang menyapa di puncak Padang Savana sungguh bisa menghilangkan semua beban pikiran hidup apalagi di sepanjang perjalanan anda akan ditemani oleh rindangnya pohon – pohon khas gunung.

Telaga Dringo

Telaga Dringo

Terletak di Desa Pekasiran Kecamatan Batur ini digadang – gadang sebagai telaga tertinggi di Jateng, tidak hanya itu pemandangan yang begitu asri dan bebas polusi benar benar bisa membuat kamu rindu akan Telaga Dringo. Dringo sendiri diambil dari tanaman disekitar yang berada di tepi telaga yaitu Sidringo, telaga yang memiliki luas 25 hektar ini dan luas genangan yang hanya 10 hektar menjadikan banyak wisatawan yang sekedar bermalam merasakan kesunyian dunia yang terlalu ramai riuh dengan berbagai permasalahan tak kunjung usai.

Ketika bermalam anda bisa melihat ribuan bintang yang menjadi atap saat anda camping di sekitar telaga, begitu pula saat matahari terbit kamu akan merasakan pagi seperti di Ranukumbolo yang begitu nyaman dipandang mata saat matahari muncul di ufuk timur ditambah pemandangan Gunung Sindoro dan pegunungan yang seakan mengajak menari saat lensa kamera merekam momen bahagia di Telaga Dringo ini. Setelah mengunjungi keindahan telaga yang berada diketinggian2.222 mdpl ini kamu juga harus singgah sebentar di Kawah Candradimuka yang kebetulan melewati ketika kamu keluar dari area wisata Telaga Dringo.

Wana Wisata Petak 9 – Sidengkeng

Wana Wisata Petak 9 – Sidengkeng

Berbeda dengan dua obyek wisata yang diatas karena Wana Wisata Petak 9 ini merupakan tempat yang digunakan untuk melihat keindahan dua buah telaga yang saling bersebelahan yaitu Telaga Warna dan Telaga Pengilon, selain itu anda akan menjumpai taman bunga panca warna yang berwarna warni indah sekali karena bunga ini bisa anda jumpai saat tiba dipintu masuknya, keindahan ini akan segera terganti oleh bunga terompet yang berwarna kuning sepanjang jalan menuju puncak Bukit Sidengkeng sehingga cocok dijadikan teman untuk berfoto.

Saat tiba di atas janganlah kamu terpesona karena memang keindahan alam dari spot terbaik untuk menyaksikan pemandangan Telaga Warna yang berwarna – warni apalagi dikala Sunrise di Wana Wisata Petak 9 Bukit Sidengkeng sungguh kata – kata ini tak bisa terucap karena sorot pagi yang terbit dipadu dengan pemandangan dua buah telaga yang mempunyai keunikan masing – masing menjadi Bukit Sidengkeng tempat nyaman untuk bercerita tentang lelahnya kamu saat rutinitas jenuh di kantor. Letaknya yang dekat dengan Telaga Warna menjadikan tempat Wana Wisata Petak 9 ini mudah untuk diakses tetapi kamu harus berjalan mendaki bukit yang begitu dengkeng (Si dengkeng) atau ketika anda melihat jalan menuju puncak leher ada akan mendongak keatas.

Telaga Merdada

Telaga Merdada

Telaga yang terletak di desa Karangtengah Kecamatan Batur merupakan telaga terluas yang berada di obyek wisata Dieng yaitu dengan luas telaga 70 ha dan luas genangan air 22 ha, telaga yang akan kering ketika musim kemarau dan air akan terlihat banyak saat musim hujan ini banyak digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber air untuk mengairi tanaman kentang yang ditanam warga sekitar di lereng Bukit Pangonan dan Bukit Semurup. Tak hanya itu warga sekitar juga sering melakukan aktifitas seperti memancing ikan karena memang telaga terluas di Dieng ini banyak terdapat ikan sehingga warga yang sudah selesai bekerja biasanya akan memancing hingga larut malam.

Akses yang cukup mudah karena sudah dibenahi oleh pemerintah daerah sejak 2017 menjadikan Telaga Merdada mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan walaupun tak seramai obyek wisata lainnya yang terkenal di Dieng seperti Kawasan Candi Arjuna dan Kawah Sikidang. Bagaimana apakah kamu tertarik mengunjungi telaga terluas di Dieng ini ? Silakan kamu buktikan sendiri untuk melihat keindahan pesona Telaga Merdada.

Itulah 4 obyek wisata yang harus kamu kunjungi saat kamu berlibur ke Dieng yang terkenal akan keindahan alamnya, tapi apabila kamu merasa canggung dan bingung untuk mengunjungi 4 obyek wisata diatas karena memang medan yang lumayan sulit dan suasana yang begitu sepi. Saran kami kamu bisa menghubungi kami untuk konsultasi yang lebih baik agar liburan kamu nyaman terarah dan bahagia serta ceria ditempat wisata. Kami akan memberikan rekomendasi paket lengkap dengan pemandu serta driver yang handal selama menemani anda berlibur di Negeri Atas Awan.